Go on, Go Publish!

englishcompanion.ning.com

Go on, Go Publish!
Semua orang pasti punya ide di dalam kepala mereka. ide-ide tersebut bisa saja ide fresh (terbaru) maupun pengembangan dari ide-ide yang telah ada. Mungkin juga ide-ide tersebut merupakan cikal-bakal sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia sekarang ataupun nanti, bahkan mungkin dunia sekarang maupaun masa depan.

Akan tetapi, apalah artinya sebuah ide kreatif jika hanya sebatas ide, dalam artian tidak pernah mau untuk mewujudkannya dalam bentuk riil atau fisik? Tentu saja tidak akan berarti apa-apa dan pada akhirnya akan menguap begitu saja. Memiliki ide kreatif bukan berarti orang tersebut (pemilik ide) termasuk seorang yang kreatif, disebut kreatif jika ia mewujudkan ide-idenya itu. Bukankah ide itu hanyalah awal dari suatu kreatifitas?

Jadi, supaya ide-ide tersebut tidak melayang, menguap bersama embun pagi, maka ide itu harus ditangkap dan diikat sekuatnya, lalu wujudkan. Bagaimana caranya? Hal yang paling mudah adalah menuliskannya. Tidak ada jalan lain yang paling gampang, murah, untuk menangkap ide selain menuliskannya. Meskipun demikian, ide tidak datang begitu saja, ada sesuatu yang dapat memancing ide, yaitu pengalaman interaksi dengan sesuatu apapun itu. Interaksi ini bisa dikatakan dengan membaca. Membaca bukan hanya membaca buku atau karya literatur lainnya, melainkan membaca kehidupan; saat bekerja, berhubungan dengan teman, pacar, pasangan hidup, atasan, atau bisa juga pengalaman mendapat kendaraan baru, rumah baru, pacar baru, istri baru, dicintai orang lain, perasaan sedih, bahagia, marah, dan hal-hal lainnya yang merupakan bagian dari kehidupan. Semua adalah bahan baku dari ide-ide baru meskipun berangkat dari ide lama. Levi Strauss mengatakan bahwa sesuatu yang baru itu lahir dari ide-ide yang telah ada sebelumnya.

Selain membaca kehidupan, tentu saja selanjutnya adalah membaca dalam artian sebenarnya, yaitu membaca buku. Setelah membaca buku pasti muncul pengalaman baru yang menyangkut materi bacaan. Dari pengalaman itulah ide baru muncul, setidaknya merangsang timbulnya ide baru. Jadi, setelah timbulnya ide kemudian menuliskannya untuk mengikat ide itu. Barulah setelah itu mempublikasikannya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, mungkin saja ide tersebut adalah ide yang paling dibutuhkan oleh negara ini, bahkan mungkin dunia. So, go on, Go Publish.

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: